Today May 14, 2021

Teknologi Part

Menyajikan Informasi terupdate teraktual, tips trik dan kesehatan

Sebelum Investasi di Fintech, Cari Tahu Risiko Investasi Dulu Yuk

Investasi tak hanya menyoal keuntungannya saja yang harus dipikirkan, tapi setiap investasi pastinya memiliki risiko, termasuk jenis P2P Lending ini. Berikut risikonya:

1. Tidak Bisa Klaim Investasi di Tengah Jalan

Jangan samakan P2P Lending dengan jenis investasi lainnya yang bisa menarik dan menjualnya kapan saja. P2P lending investasi ini tidak bisa menarik dana yang sudah disalurkan sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan sejak awal.

Maka, sebagai investor tentu harus mempertimbangkan terlebih dahulu menyoal kondisi uang kas suatu perusahaan yang biasa digunakan untuk memenuhi kewajiban pelunasan ketika sudah jatuh tempo. Jangan sampai para investor ikut terjebak dalam kas perusahaan yang tidak aman.

2. Pihak Peminjam Menunggak Pembayaran Tagihan

Dana yang disalurkan investor kepada calon peminjam, pada umumnya untuk keperluan permodalan membangun UKM. Nah, dalam menjalankan sebuah bisnis, baik itu bisnis kecil maupuan besar pastinya memiliki naik turunnya omzet penjualan. Dengan begitu, selaku peminjam bisa saja mengalami tunggakan dalam tagihannya.

Bagi millenial yang baru saja memulai P2P Lending, perlu menyadari sejak awal bahwa sebagai investor juga harus menanggung sepenuhnya risiko gagal bayar kredit. Sebab, fintech yang dijadikan sebagai pengelola peer to peer lending Indonesia terbaik atau hanya sebagai perantara tidak menyerap kerugian jika si peminjam menunggak tagihan.

3. Waspada Terjadi Penipuan

Pada umumnya semua investasi memiliki risiko penipuan yang membuat rugi. Tak terkecuali investasi lewat fintech. Secara logika, meminjamkan uang secara online memiliki risiko penipuan lebih tinggi dibandingkan dengan meminjam langsung ke orang yang kita kenal langsung, dan bisa bertemu, tapi investasi pinjaman online tidak memungkinkan bertemu secara tatap muka antara investor dengan calon peminjam.

Hal terpenting agar tidak tertipu, sebelum investasi pastikan fintech kamu sudah terdaftar, bukan fintech abal-abal yang sudah jelas punya modus penipuan. Baca dan pahami cara dan sistem investasinya dengan baik, jangan lupa juga baca review pengalaman orang yang sudah pernah investasi biar kamu terhindar dari penipuan.

4. Salah Pengelolaan Menjadi Bangkrut

Dalam p2p lending teraman, fintech hanya sebagai perantara antara investor dengan calon peminjam yang kemudian dalam penagihannya dikelolah oleh fintech tersebut. Bila fintech tidak dapat mengelola risk management dan collection kredit dengan baik, maka bisa dipastikan fintech akan mengalami bangkrut.

Untuk menghindari hal itu, millenial yang baru saja terjun di P2P Lending pastikan dengan teliti mengenai track record dan kekuatan modal. Bila keuangan suatu perusahaan fintech tersebut semakin solid, maka semakin kecil kemungkinan mengalami risiko bangkrut.

Jangan Hanya Tergiur Untung, Harus Paham Risiko

Investasi memang menjadi pilihan yang tepat ketika kita ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Kini, banyak jenis investasi yang bisa dipilih, mulai dari emas, reksa dana, saham hingga Fintech Lending atau Peer to Peer Lending. Namun, bagi millenial yang baru mencoba investasi, jangan hanya tergiur dengan keuntungan yang didapat saja. Sebaiknya, lihat juga sisi risiko yang mungkin saja akan dihadapi nantinya.

teknopart

teknopart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top